www.asad.or.id
Berita

PERSINAS ASAD KEMBALI MEMBANTU PRABOWO SUBIANTO PIMPIN PB IPSI HINGGA 2020

2017-05-26 01:16:25

Setelah sempat tertunda hampir setengah tahun, kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) periode 2016-2020 dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto akhirnya dilantik. Namun, meskipun terlambat, tapi program kerja sudah mulai berjalan sejak terpilih 6 Desember tahun lalu di Bali. 

"Memang ada beberapa penundaan karena alasan kesibukan. Tapi program kerja yang sudah dicanangkan dalam pemilihan akhir tahun lalu tidak tersendat. Semua sudah berjalan, mengingat kita diburu dengan persiapan banyak event besar olahraga dua tahun ini seperti SEA Games 2017 dan Asian Games 2018," ujarnya kepada wartawan usai pelantikan di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin, 22 Mei 2017. 


Untuk kepengurusannya, yang menjadi sasaran utama adalah Asian Games 2018. Dimana Indonesia mentarget bisa keluar sebagai juara umum. Sementara kejuaraan lain di luar itu, menurutnya, akan dijadikan sebagai sasaran antara.


"Tentu kita sudah melakukan pemusatan latihan dan terus melakukan pembibitan. Karena kita punya pelatnas jangka panjang. Untuk bisa penuhi target itu, kami juga akan sering mengirimkan atlet ke luar negeri untuk tryout, salah satunya ke Belanda. Mengapa target harus juara umum di Asian Games, karena ini adalah olahraga budaya kita. Kita harus menang, meskipun tetap bangga banyak negara yang kini menggandrungi olahraga ini," katanya. 


Bukan hanya fokus pada prestasi saja, tapi di kepengurusannya, Prabowo juga ingin bisa memperkenalkan pencak silat ke seluruh dunia. Pihaknya mengaku akan keliling ke beberapa negara untuk mengampanyekan olahraga khas Indonesia ini. Bahkan, dia bertekad untuk mendaftarkan pencak silat secara resmi menjadi salah satu cabang Olimpiade. 


"Ini adalah olahraga warisan leluhur Indonesia, marilah kita bersama-sama menjaga salah satu warisan budaya kita ini. Saat ini, selain fokus prestasi, kami juga akan mengampanyekan pencak silat ke seluruh dunia dan berupaya agar cabang ini bisa masuk ke olahraga Olimpiade," tukasnya. 


SEA Games


Sementara itu, meski Asian Games jadi target utama, tapi pencak silat Indonesia juga tidak mau kehilangan muka di SEA Games 2017, Agustus mendatang di Kuala Lumpur. Keberhasilan tim pencak silat Indonesia di Kejuaraan Belgia Terbuka awal Mei ini, yang menjadi tryout menuju SEA Games, dinilai sudah bisa menjadi gambaran kekuatan para pesilat nasional nanti. 


Pada Belgia Terbuka kemarin, Indonesia yang diperkuat 15 pesilat, 10 putra dan 5 putri meraih gelar juara umum dengan raihan 7 emas, 1 perak, dan 6 perunggu. Dengan prestasi tersebut, tim pencak silat Indonesia diminta bisa mengulangi hasil itu lagi di SEA Games nanti. 


"Ada peningkatan signifikan yang ditunjukan para pesilat Indonesia menuju SEA Games 2017 nanti. Kami pun berharap sukses di Belgia Open bisa diulangi pada SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games 2018," tukas Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi T3 Satlak Prima, Zamrony Zamir.


Hal yang sama pun dipesankan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesa (KONI) Pusat Tono Suratman. Menurutnya dengan dua target tersebut, maka tantangan kepengurusan baru PB IPSI dibawah Prabowo ini memang cukup berat. 


"Saya harap PB IPSI kepengurusan baru segera bersiap diri. Semoga, ke depan atlet-atlet pencak silat Indonesia terus menjadi yang terbaik," katanya.



Pengurus Besar Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD
PB PERSINAS ASAD
All rights reserved
© 2009-2017